Tuesday, July 17, 2018
Muslim wajib baca! Azab Kubur Untuk Abu Jahal
Hijrah Kok Baper
Masjid Unik berwarna Pink di Filipina
Ummat Muslim di Filipina juga memakai peci yang mereka sebut kopya.
Negerimuslim_
Sunday, July 8, 2018
Unggahan Bahagia Istri Pertama "Selamat Pengantin Baru Suamiku"
Katanya tak ada perempuan yang mau dimadu, karena rasanya tak semanis namanya.
Mana ada perempuan yang rela suaminya membagi cinta dengan perempuan lain.
Namun pada nyatanya, ada perempuan yang rela melakukan hal tersebut. Bahkan ada yang dengan ikhlas dan memasang senyum saat melihat suaminya menikahi perempuan lain.
Contohnya saja perempuan pemilik akun facebook Lela Qaseh Arrayyan Arfan
Ia adalah istri pertama yang ikut bahagia menyambut hadirnya istri kedua yang ia sebut Pengantin baru suamiku. Keluarga asal Malaysia itu senang saat pernikahan kedua suaminya berjalan dengan lancar, dan dia juga mendoakan agar dengan bertambahnya anggota keluarganya dapat membawa kebaikan dan keberkahan.
Ia mendoakan suaminya agar dapat membimbing dirinya dan madunya kejalan yang baik dan diridhai Allah.
Ia mengunggah di akun facebooknya ucapan selamat kepada suaminya
Lela tak lupa menandani suami tercintanya Syed Bunfique dan madunya nurul Baizura, dan dia juga menyematkan 3 gambar, saat nurul sungkem kepada suaminya dan saat dia berfoto bersama dengan raut muka bahagia bersama sang madu.
Postingan ini menjadi viral dan dibagikan hingga 9,4 ribu kali.
Ada beragam komentar yang dilontarkan netizen, ada yang turut bahagia dan mendoakan, namun ada juga yang merasa lela hanya pura-pura bahagia karena tak ada perempuan yang rela dimadu.
Kinayu Qarirah : sy ga habis fikir kenapa perempuan secantik ini mau dimadu,? mabuk cinta apa agama?
Titin Agustina : Hanya wanita berhati emas yang rela dimadu
Nah, kalo komentarmu apa?
Moga bermanfaat, wallhu aklam
Wednesday, January 3, 2018
"GEERRR" UNIKNYA USTADZ ABDUL SHOMAD
Karena mungkin saya Kristen ya, walau ditengah ramainya pemberitaan tentang Ust. Abdul Somad ini, awalnya saya tidak ngehh dan juga tidak terlalu tertarik untuk mengetahui siapa Ustad ini. Malah di memori saya, saya pikir dia ini adalah Ust. Solmed yang populer itu.
Ternyata sesudah kemarin, sekali lagi! baru kemarin, pasca saya ikuti pemberitaan kasus cekal di Hongkong, dan pasca saya baca secara tak sengaja tulisan Imam Samsi di Opini Detik.Com, barulah saya tertarik mengetahui siapa Ustad ini. Mosok sekelas Iman Samsi yang tinggal di benua lain saja menulis tentang dia, pikir saya. Pastilah sesuatu orang ini. Barulah kemudian saya mengikuti pemberitaan tentang Ustad ini. Lihat wajahnya, kaget saya! Selain karena ternyata Ust. Abdul Somad ini bukan Ust Solmed seperti dipikiran awal saya, yang kedua, wajahnya juga (mohon maaf) agak "unik", sangat lokal. Hehe.. Dan ini diluar dugaan saya. Saya pikir awalnya dia sudah mentereng seperti Ustad yang lain.
Kemudian saya lanjutkan lagi penelusuran saya masuk ke Youtube. Tambah kaget lagi saya. Rekaman ceramahnya di banyak tempat di Indonesia ini ternyata sudah sangat banyak di Youtube.
Kemudian saya coba putar dan dengar beberapa ceramahnya. Tambah kaget lagi saya! Karena isinya ternyata sangat berkualitas. Berisi. Penuh ilmu. Penuh rujukan. Padat bacaan. Kontekstual. Geerrr. Dan yang utama lagi, gampang dipamahi dan tidak membosankan. Inilah menurut saya ceramah: "rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi padat bacaan".
Walau Kristen, sejak dulu saya sangat suka mendengar ceramahnya KH. Zainuddin MZ almarhum. Bahkan ada acara ceramah agama beliau (dulu) di TV One yang sampai sekarang acara itu juga masih ada, saya lupa apa namanya acaranya, dimana beliau sering jadi pengisi Khotbah-nya, sering saya tonton. Karena memang enak dengar ceramah KH. Zainuddin MZ ini. Udahlah tinggi ilmunya. Pengajarannya juga sangat bagus. Ada gerrrr nya lagi, humornya, dan celetukan-celetukannya itu lo yang kita rindu karena buat mata melek terus nyimak tidak buat ngantuk.
Sesudah mendengar beberapa ceramah Ust. Abdul Somad ini di Youtube, saya berpikir "The New KH. Zainuddin MZ telah lahir". Tidak persis sama, namun perasaan saya ketika mendengar ceramahnya terasa sama.
Banyak orang pintar, tinggi sekolahnya, tinggi ilmunya, namun ketika bicara, dia tidak bisa buat gerrrr dan menarik orang untuk terus mendengar apa yang dia sampaikan. Dalam diri Ust. Abdul Solmed saya melihat hal itu ada. Dia mampu membuat Ummat duduk diam, anteng tenang mendengar dan menyimak apa yang dia sampaikan. Sama dengan KH. Zainuddin MZ yang mampu menghipnotis "jutaan Ummat" ketika dia sudah mulai bicara dari atas mimbar. Mencipta daya pikat!
Saya baca Wikipedia, ternyata Ust. Abdul Somad ini orang Asahan, Sumatera Utara. Satu kampung kita ternyata "wak Abdul"! Sama-sama orang Sumut. Dan dia juga lama di Riau. Lidah lokal yang melahirkan logat khas inilah yang menurut saya tambah membuat lengkap dan enak kita mendengar Ust. Abdul Somad ini kalau bicara. Sama dengan KH. Zainuddin MZ dengan logat khas Betawinya. Tarikan logat lokal ini yang "medok" inilah menurut saya yang semakin melengkapi Ustad Abdul Somed ini. Kalau ilmu tak usah ditanya lagi lah. Lulus dari Al-Azhar dan Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania Maroko, rasanya sudah jaminan mutu untuk itu.
Maju terus Wak Abdul. Eh salah. Pak Ustad Abdul Somad maksudnya. Hehee.. Lanjutkan terus "ceramah rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi" untuk mencerahkan Negeri ini.
Saturday, April 29, 2017
Rekening bank untuk kholifah Usman
Apakah Anda tahu kalau sahabat nabi khalifah Utsman bin Affan adalah seorang pebisnis yang kaya raya, namun mempunyai sifat murah hati dan dermawan. Dan ternyata beliau radhiallahu ‘anhu sampai saat ini memiliki rekening di salah satu bank di Saudi, bahkan rekening dan tagihan listriknya juga masih atas nama beliau.
Bagaimana ceritanya sehingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi..??
Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, SUMUR RAUMAH namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.
Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).
Adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.
Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.
“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.
“Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.
“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.
Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATIS karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.
Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh.
Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.
Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.
Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.
wakaf sahabat usman
Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.
Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak2 yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.
Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..
Ini adalah salah satu bentuk sadakah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal.
Thursday, April 20, 2017
Caper ikhlas dan rela
Caper dan ikhlas itu memiliki perbedaan yang tipis, yaitu niat. Ikhlas lillah sedangkan caper ntahlah.
sebenarnya kita tidak boleh bilang "dasar caper" yaaaaa walaupun tingkah nya itu condong kecaper, karena kita gak kan tau kenapa ia bertingkah seperti itu, ntah emang bawaannya seperti caper atau bukan dan kita juga tidak akan pernah tau seseorang itu melakukan sesuatu itu lillah atau karena ingin mendapatkan perhatian seseorang, mungkin sikapnya caper tapi niatnya lillah atau mungkin kita yang iri sehingga kita menganggap orang yang berbuat banyak dari pada kita itu caper atau orang yang mendapatkan perhatian lebih itu caper, Yahhhh kita juga perlu instropeksi diri kan???
Ingat!!! Jangan sampe gara-gara sikap seseorang yang kita anggap buruk menjadikan kita buruk. Contoh... dia gak caper tapi kita anggap caper, nah anggapan itu lah yang namanya suuzhon dan suuzhon itu buruk dan kalo kita terus-terusan gitu maka kita akan buruk dengan satu sikap itu tadi, suuzhon.
Pahamkan???
Bagaimana dengan ikhlas?
Ikhlas itu penerimaan untuk melakukan DEMI Allah, tulus.
Misal berpuasa dengan ikhlas, shalatnya juga harus ikhlas, membantu orang tua dengan ikhlas, intinya semuanya karena Allah…
Dan ikhlas juga tak pernah terucap kan, " aku ikhlas diginiin "
" aku ikhlas dia dengan orang lain" bukann..
Tau surat Al-ikhlash? Pasti tau kan.. coba cari kata ikhlas didalamnya.. gak da kan?? Nah.. itu baru ikhlash
Bukan ikhlas kalo masih sakit sedih dan lain sebagainya, oke.
Bagaimana dengan rela?
Kalau rela itu penerimaan untuk yang tentang makhluk, selain dari demi Allah. Misalkan saat kehilangan sesuatu ya direlakan saja, bukan diikhlaskan Rela nunggu antrian BBM (bukan demi Allah kan? demi kepentingan dan kebutuhan sendiri), rela berkorban bukan ikhlas berkorban (berkorbannya kebanyakan demi selain Allah kan? demi makhluk kan? Demi bapak, demi ibu, demi adik, demi orang yang disayang, dll), rela menunggu bukan ikhlas menunggu (yang ditungguin orang kan?)
Gitu..pahamkan??
Moga bermanfaat ya kawan
Mohon dikoreksi kalo banyak salahnya.
By: Syam's Robithoh Aini
Janji Allah
كُن مَعَ اللّهِ كَمَا يُرِيد
يَكُن مَعَكَ فَوقَ مَا تُريد.
"Laksanakan perintah Allah seperti yang ia kehendaki, Allah akan memenuhi segala yang engkau kehendaki"
Simple kan?
Bahkan disitu ada kata "فوق" nya, artinya itu diatas. Kita hanya melakukan apa yang Allah kehendaki, maka semua kehendak kita akan Allah lakukan bahkan lebih dari apa yang kita inginkan.
Ingat! Kalo kita mendekati Allah dg berjalan maka Dia akan mendekati kita dengan berlari
Allah pernah bilang gini " berdoalah kepadaku maka akan aku kabulkan"
Di ayat lain Allah juga bilang " sesungguhnya Allah tak pernah ingkar janji "
Jadi?? Apalagi alasan kita tuk gak penuhi kehendak Allah, thoh untung ke kita juga kan? Allah penuhi urursan dunia kita dan Allah lengkapi dengan akhirat yang kekal selama nya.
Manusia kalo ditanya, kamu mau hidup bahagia??
Pasti jawabnya bahagia, begitu juga dengan kamu yang sedang membaca ini kan???
Tapi...apakah proses tuk mendapatkan kebahagiaan tu udah dilalui dengan baik?? Dengan serius??? Belum kan???
Ingat!!! Kebahagiaan atau apapun itu namanya..bukan ditunggu tapi diciptakan "
Lebih bahagia lagi.. kalo kita menciptakan nya berbarengan ama Allah.
Kabulkan yang Allah kehendaki maka terkabul lah semua yang kamu inginkan
Salam 304







