Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Tuesday, July 17, 2018

Muslim wajib baca! Azab Kubur Untuk Abu Jahal


Dalam sejarah Islam telah dicatat, sahabat Abdurrahman bin Auf menceritakan bahwa ketika ia berada ditengah-tengah Perang Badar Kubro, ia melihat dua anak mudah yang gagah berani. Salah satu diantaanya menghampirinya.
“Paman, tunjukkan kepadaku mana Abu Jahal,” katanya dengan lantang.
“Anakku, aa yang akan kau perbuat dengannya,” tanya Abdurahhman.
“Aku mendengar bahwa ia telah mencela Rosulullah, dan aku pun berjanji kepada Allah seandainya aku melihatnya niscaya aku akan membunuhnya atau aku akan mati ditangannya,” jawab anak muda itu.
Abdurrahman pun kaget dibuatnya, lalu pemuda yang satunya lagi memeluknya dan mengatakan hal yang sama kepada Abdurrahman.
Seketika itu juga Abdurrahman melihat Abu Jahal berjalan ditengah kerumunan orang. “Tidakkah kalian lihat? Itulah yang kalian tanyakan tadi,” tutur abdurrahman.
Kedua pemuda itupun saling berlomba mengayunkan pedangnya kepada Abu Jahal sehingga keduanya berhasil membunuhnya.
Itulah sekelumit kisah matinya Abu Jahal, dan beberapa lama setelah itu, diketahui bahwa Abu Jahal tengah mendapatkan siksa kubur.
Kisah yang mengesankan itu dikisahkan oleh sahabat ibnu umar r.a.
Pada suatu hari Ibnu Umar sedang melakukan perjalanan dan melewati daerah bekas Perang Badar Kubro.
Ketika sedang melintas didaerah tersebut, tiba-tiba dari dalam tanah yang ada dihadapannya keluar sesosok manusia dan meminta sesuatu darinya.
“Wahai Abdullah, berilah saya air minum. Saya sangat haus,” kata sosok manusia itu beberapa kali
Ibnu Umar seketika bingung apakah seseorang tersebut memanggilnya nama Abdullah (Ibnu Umar atau Abdullah Ibnu Umar) ataukah memanggil nama orang lain.
Karena kebiasaan orang Arab, memanggil nama orang yang tidak dikenal dengan panggilan Abdullah juga.
Tak lama kemudian, didekat orang yang pertama tadi, bangkit juga dari dalam tanah satu sosok dengan membawa sebuah cambuk.
“Wahai Ibnu Umar, jangan engkau beri orang ini air minum dan jangan dengar ucapannya, katanya.
Dicambuk malaikat
Lalu sesosok itu mencambuk orang yang pertama bangkit itu hingga orang tersebut hingga kembali kedalam tanah.
Melihat kejadian itu Abdullah langsung menjumpai Rosulullah SAW dan menceritakan kejadiannya.
Maka Rosulullah SAW berkata kepada Ibnu Umar, bahwa orang pertama yang keluar dari tanah itu adalah Abu Jahal yang mati dalam Perang Badar Kubro. Sedangkan sosok kedua yang keluar dari dalam tanah adalah seorang malaikat kubur. Malaikat tersebut menyiksa Abu Jahal karena perbuatan yang ia lakukan semasa hidupnya yaitu memusuhi Nabi dan para pengikutnya.
Na`uzubillahi Min Dzaalik

Hijrah Kok Baper



Fenomena yang terjadi sekarang, banyak sekali laki-laki maupun perempuan yang pada hijrah.
Yang katanya dulunya itu dia hidup dimasa yang gelap, sekarang Alhamdulillah udah terang benderang, yang dulunya hidup pacaran sekarang taarufan, yang dulunya hidup dengan aurat yang terbuka sekarang semuanya serba tertutup.
Alhamdulillah bangetkan, tapi ada satu pertanyaan yang ingin saya tanyakan, “Hijrahmu karena siapa?”
Karena trend?
Atau karena mantan yang udah nyakiti hatimu?
Atau juga karena sesorang yang kamu cintai?
Coba jawab dari hati yang paling dalam, sebenarnya hijrah kita itu karena siapa? Lillah kah atau diakah?
Rosulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya tiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan” (H.R Bukhori & Muslim)
Dan kakak kelas saya pernah bilang “yang membedakan antara ikhlas dan caper itu hanya niat, dan yang tau banget niat kita itu ya hanya Allah”

Jadi temen-temen, kalaulah niat hijrah kita karena trend, karena orang yang kita cintai dan lain sebagainya maka itu akan menjadi hal yang sia-sia, karena yang Allah lihat itu hati kita, jika kita melakukannya lillah maka yang kita dapatkan ridho-Nya di dunia dan juga diakhirat. Namun jika sebaliknya dunia pun belum tentu kita dapatkan apalagi akhirat-Nya.
Mungkin banyak sekali temen-temen yang sudah pada hijrah kemudian mereka ikut kajian-kajian baper. Ini bukan larangan untuk ikut kajian seperti itu ya, tentu saja itu penting untuk menguatkan hati kita agar tidak kembali pada masa yang penuh dengan kegalauan, hanya saja itu bukan ilmu yang tepat untuk kamu yang baru hijrah.
Berapa banyak mereka yang hijrah karena baper lihat selebgram yang nikah muda, baper lihat film islami yang bertemakan cinta dan baper lihat video-video anak kecil yang sejak dini sudah mengenakan niqob. Ada yang seperti itu? Hehehe
Sebenarnya jilbab panjang, celana cingkrang itu tidak menghasilkan apa-apa jika kita tidak merubah akhlaq kita. Dan merubah akhlaq itu tidak instan, ada perjuangan dan rintangan yang harus dilalui. Salah satunya meningkatkan paham agama. Kita harus bekali hijrah kita dengan ilmu yang banyak.
Apa keuntungan yang kita dapatkan setelah hijrah, jika ilmu agama kita segitu-gitu aja?
Hafalan kita hanya 3 qul, sholat kita masih seperti ayam matuk beras, bacaan quran kita masih berantakan, hadits gak ada yang kita hafal. Oleh karena itu, mari kita utamakan memahami ilmu agama setelah berhijrah.
In sya Allah, jika setelah hijrah kita punya ilmu agama yang matang, sekuat apapun godaan kita akan tetap bertahan dan bahkan akan menjadi lebih baik.
Tapi buat kamu yang udah hijrah, walaupun belum persis seperti yang dimaksud diatas itu udah lebih baik banget dibandingkan yang belum hijrah sama sekali, oke.
Nikmati hijrahmu dan moga Allah pertemukan kita didalam surganya yang penuh nikmat, aamiin ya Rob.


Masjid Unik berwarna Pink di Filipina

Umat Islam turut mewarnai negara Filipina.
Di Filipina selatan, khususnya Mindanao, Dulu dan Palawan banyak ummat muslim dari etnis Moro. Mereka menjadi semacam daerah otonomi dengan pengaruh Islam yang dominan meskipun hanya 11% dari total populasi Filipina yang memeluk agama Islam.
Ada banyak masjid di Mindanao. Satu-satunya kekurangan adalah ketegangan politik yang kadang-kadang muncul dengan pemerintah pusat di Manila. Meski begitu ummat muslim di Mindanao bisa hidup berdampingan dengan pemerintah, sejak ditandatanganinya perjanjian damai pada tahun 2014 silam.
Wajah Islam di kawasan Mindanao dan sekitarnya begitu kental dan dekat dengan kebudayaan muslim Melayu, kuliner seperti lumpia mereka juga punya kok.
Ummat Muslim di Filipina juga memakai peci yang mereka sebut kopya.
Dan di Filipina kita bisa menemukan Masjid Dimaukom alias masjid pink di Datu Saudi Ampatuam .
Masjid ini cukup unik karena Ia berwana pink.
Negerimuslim_

Sunday, July 8, 2018

Unggahan Bahagia Istri Pertama "Selamat Pengantin Baru Suamiku"


Katanya tak ada perempuan yang mau dimadu, karena rasanya tak semanis namanya.
Mana ada perempuan yang rela suaminya membagi cinta dengan perempuan lain.
Namun pada nyatanya, ada perempuan yang rela melakukan hal tersebut. Bahkan ada yang dengan ikhlas dan memasang senyum saat melihat suaminya menikahi perempuan lain.

Contohnya saja perempuan pemilik akun facebook Lela Qaseh Arrayyan Arfan
Ia adalah istri pertama yang ikut bahagia menyambut hadirnya istri kedua yang ia sebut Pengantin baru suamiku. Keluarga asal Malaysia itu senang saat pernikahan kedua suaminya berjalan dengan lancar, dan dia juga mendoakan agar dengan bertambahnya anggota keluarganya dapat membawa kebaikan dan keberkahan.
Ia mendoakan suaminya agar dapat membimbing dirinya dan madunya kejalan yang baik dan diridhai Allah.
Ia mengunggah di akun facebooknya ucapan selamat kepada suaminya
 Lela tak lupa menandani suami tercintanya Syed Bunfique dan madunya nurul Baizura, dan dia juga menyematkan 3 gambar, saat nurul sungkem kepada suaminya dan saat dia berfoto bersama dengan raut muka bahagia bersama sang madu.

Postingan ini menjadi viral dan dibagikan hingga 9,4 ribu kali.
Ada beragam komentar yang dilontarkan netizen, ada yang turut bahagia dan mendoakan, namun ada juga yang merasa lela hanya pura-pura bahagia karena tak ada perempuan yang rela dimadu.

Kinayu Qarirah : sy ga habis fikir kenapa perempuan secantik ini mau dimadu,? mabuk cinta apa agama? 

Titin Agustina : Hanya wanita berhati emas yang rela dimadu 

Nah, kalo komentarmu apa?

Moga bermanfaat, wallhu aklam

Wednesday, January 3, 2018

"GEERRR" UNIKNYA USTADZ ABDUL SHOMAD

Karena mungkin saya Kristen ya, walau ditengah ramainya pemberitaan tentang Ust. Abdul Somad ini, awalnya saya tidak ngehh dan juga tidak terlalu tertarik untuk mengetahui siapa Ustad ini. Malah di memori saya, saya pikir dia ini adalah Ust. Solmed yang populer itu.

Ternyata sesudah kemarin, sekali lagi! baru kemarin, pasca saya ikuti pemberitaan kasus cekal di Hongkong, dan pasca saya baca secara tak sengaja tulisan Imam Samsi di Opini Detik.Com, barulah saya tertarik mengetahui siapa Ustad ini. Mosok sekelas Iman Samsi yang tinggal di benua lain saja menulis tentang dia, pikir saya. Pastilah sesuatu orang ini. Barulah kemudian saya mengikuti pemberitaan tentang Ustad ini. Lihat wajahnya, kaget saya! Selain karena ternyata Ust. Abdul Somad ini bukan Ust Solmed seperti dipikiran awal saya, yang kedua, wajahnya juga (mohon maaf) agak "unik", sangat lokal. Hehe.. Dan ini diluar dugaan saya. Saya pikir awalnya dia sudah mentereng seperti Ustad yang lain.

Kemudian saya lanjutkan lagi penelusuran saya masuk ke Youtube. Tambah kaget lagi saya. Rekaman ceramahnya di banyak tempat di Indonesia ini ternyata sudah sangat banyak di Youtube.

Kemudian saya coba putar dan dengar beberapa ceramahnya. Tambah kaget lagi saya! Karena isinya ternyata sangat berkualitas. Berisi. Penuh ilmu. Penuh rujukan. Padat bacaan. Kontekstual. Geerrr. Dan yang utama lagi, gampang dipamahi dan tidak membosankan. Inilah menurut saya ceramah: "rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi padat bacaan".

Walau Kristen, sejak dulu saya sangat suka mendengar ceramahnya KH. Zainuddin MZ almarhum. Bahkan ada acara ceramah agama beliau (dulu) di TV One yang sampai sekarang acara itu juga masih ada, saya lupa apa namanya acaranya, dimana beliau sering jadi pengisi Khotbah-nya, sering saya tonton. Karena memang enak dengar ceramah KH. Zainuddin MZ ini. Udahlah tinggi ilmunya. Pengajarannya juga sangat bagus. Ada gerrrr nya lagi, humornya, dan celetukan-celetukannya itu lo yang kita rindu karena buat mata melek terus nyimak tidak buat ngantuk.

Sesudah mendengar beberapa ceramah Ust. Abdul Somad ini di Youtube, saya berpikir "The New KH. Zainuddin MZ telah lahir". Tidak persis sama, namun perasaan saya ketika mendengar ceramahnya terasa sama.

Banyak orang pintar, tinggi sekolahnya, tinggi ilmunya, namun ketika bicara, dia tidak bisa buat gerrrr dan menarik orang untuk terus mendengar apa yang dia sampaikan. Dalam diri Ust. Abdul Solmed saya melihat hal itu ada. Dia mampu membuat Ummat duduk diam, anteng tenang mendengar dan menyimak apa yang dia sampaikan. Sama dengan KH. Zainuddin MZ yang mampu menghipnotis "jutaan Ummat" ketika dia sudah mulai bicara dari atas mimbar. Mencipta daya pikat!

Saya baca Wikipedia, ternyata Ust. Abdul Somad ini orang Asahan, Sumatera Utara. Satu kampung kita ternyata "wak Abdul"! Sama-sama orang Sumut. Dan dia juga lama di Riau. Lidah lokal yang melahirkan logat khas inilah yang menurut saya tambah membuat lengkap dan enak kita mendengar Ust. Abdul Somad ini kalau bicara. Sama dengan KH. Zainuddin MZ dengan logat khas Betawinya. Tarikan logat lokal ini yang "medok" inilah menurut saya yang semakin melengkapi Ustad Abdul Somed ini. Kalau ilmu tak usah ditanya lagi lah. Lulus dari Al-Azhar dan Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania Maroko, rasanya sudah jaminan mutu untuk itu.

Maju terus Wak Abdul. Eh salah. Pak Ustad Abdul Somad maksudnya. Hehee.. Lanjutkan terus "ceramah rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi" untuk mencerahkan Negeri ini.

Saturday, April 29, 2017

Rekening bank untuk kholifah Usman

Apakah Anda tahu kalau sahabat nabi khalifah Utsman bin Affan adalah seorang pebisnis yang kaya raya, namun mempunyai sifat murah hati dan dermawan. Dan ternyata beliau radhiallahu ‘anhu sampai saat ini memiliki rekening di salah satu bank di Saudi, bahkan rekening dan tagihan listriknya juga masih atas nama beliau.

Bagaimana ceritanya sehingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi..??

Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, SUMUR RAUMAH namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, melancarkan jurus negosiasinya.
“Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.
“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.

Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka GRATIS karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh.

Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin… dan setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.

Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.

wakaf sahabat usman

Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.

Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak2 yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.

Subhanallah,… Ternyata berdagang dengan Allah selalu menguntungkan dan tidak akan merugi..

Ini adalah salah satu bentuk sadakah jariyah, yang pahalanya selalu mengalir, walaupun orangnya sudah lama meninggal.

Thursday, April 20, 2017

Caper ikhlas dan rela

Caper dan ikhlas itu memiliki perbedaan yang tipis, yaitu niat. Ikhlas lillah sedangkan caper ntahlah.
sebenarnya kita tidak boleh bilang "dasar caper" yaaaaa walaupun tingkah nya itu condong kecaper, karena kita gak kan tau kenapa ia bertingkah seperti itu, ntah emang bawaannya seperti caper atau bukan dan kita juga tidak akan pernah tau seseorang itu melakukan sesuatu itu lillah atau karena ingin mendapatkan perhatian seseorang, mungkin sikapnya caper tapi niatnya lillah atau mungkin kita yang iri sehingga kita menganggap orang yang berbuat banyak dari pada kita itu caper atau orang yang mendapatkan perhatian lebih  itu caper, Yahhhh kita juga perlu instropeksi diri kan???
Ingat!!! Jangan sampe gara-gara sikap seseorang yang kita anggap buruk menjadikan kita buruk. Contoh... dia gak caper tapi kita anggap caper, nah anggapan itu lah yang namanya suuzhon dan suuzhon itu buruk dan kalo kita terus-terusan gitu maka kita akan buruk dengan satu sikap itu tadi, suuzhon.
Pahamkan???
Bagaimana dengan ikhlas?
Ikhlas itu penerimaan untuk melakukan DEMI Allah, tulus.
Misal berpuasa dengan ikhlas, shalatnya juga harus ikhlas, membantu orang tua dengan ikhlas, intinya semuanya karena Allah…
Dan ikhlas juga tak pernah terucap kan, " aku ikhlas diginiin "
" aku ikhlas dia dengan orang lain" bukann..
Tau surat Al-ikhlash? Pasti tau kan.. coba cari kata ikhlas didalamnya.. gak da kan?? Nah.. itu baru ikhlash
Bukan ikhlas kalo masih sakit sedih dan lain sebagainya, oke.
Bagaimana dengan rela?
Kalau rela itu penerimaan untuk yang tentang makhluk, selain dari demi Allah. Misalkan saat kehilangan sesuatu ya direlakan saja, bukan diikhlaskan Rela nunggu antrian BBM (bukan demi Allah kan? demi kepentingan dan kebutuhan sendiri), rela berkorban bukan ikhlas berkorban (berkorbannya kebanyakan demi selain Allah kan? demi makhluk kan? Demi bapak, demi ibu, demi adik, demi orang yang disayang, dll), rela menunggu bukan ikhlas menunggu (yang ditungguin orang kan?)
Gitu..pahamkan??

Moga bermanfaat ya kawan
Mohon dikoreksi kalo banyak salahnya.

By:  Syam's Robithoh Aini

Janji Allah

كُن مَعَ اللّهِ كَمَا يُرِيد
يَكُن مَعَكَ فَوقَ مَا تُريد.

"Laksanakan perintah Allah seperti yang ia kehendaki, Allah akan memenuhi segala yang engkau kehendaki"

Simple kan?
Bahkan disitu ada kata "فوق" nya, artinya itu diatas. Kita hanya melakukan apa yang Allah kehendaki, maka semua kehendak kita akan Allah lakukan bahkan lebih dari apa yang kita inginkan.
Ingat! Kalo kita mendekati Allah dg berjalan maka Dia akan mendekati kita dengan berlari
Allah pernah bilang gini " berdoalah kepadaku maka akan aku kabulkan"
Di ayat lain Allah juga bilang " sesungguhnya Allah tak pernah ingkar janji "
Jadi??  Apalagi alasan kita tuk gak penuhi kehendak Allah, thoh untung ke kita juga kan? Allah penuhi urursan dunia kita dan Allah lengkapi dengan akhirat yang kekal selama nya.

Manusia kalo ditanya, kamu mau hidup bahagia??
Pasti jawabnya bahagia, begitu juga dengan kamu yang sedang membaca ini kan???
Tapi...apakah proses tuk mendapatkan kebahagiaan tu udah dilalui dengan baik?? Dengan serius???  Belum kan???
Ingat!!! Kebahagiaan atau apapun itu namanya..bukan ditunggu tapi diciptakan "
Lebih bahagia lagi.. kalo kita menciptakan nya berbarengan ama Allah.
Kabulkan yang Allah kehendaki maka terkabul lah semua yang kamu inginkan
Salam 304

Monday, March 20, 2017

Love You Mom




Kasih Ibu tiada taranya
Kasih Ibu tiada tandingannya
Kasih Ibu sepanjang masa
Kasih Ibu membawa kesyurga

Mungkin temen-temen pernah mendengar kalimat diatas, memang begitu adanya. Permasalahannya adalah apakah kita udah merasakan hal yang sama, apakah cinta dan kasih sayang orangtua kita itu terbalas, atau malah bertepuk sebelah tangan.

Mungkin ada yang menjawab, “aku sayang kok dengan Ibu Bapakku” emang iya, tapi apakah kalimat sayang itu  sudah pernah diungkapkan ke mereka sebagaimana kalimat yang sering kamu ungkap kepada kekasihmu. “Aku sering kok mengungkapkannya,” emang iya, tapi apakah segala perbuatan itu udah sama dengan apa yang ungkapkan. Apakah pernah kangen dengan mereka disaat mereka jauh? Dan apakah pernah galau saat mereka menegur dengan sedikit marah kepada kita?, hmmmmmmmmmmmmm jawabannya ada ditangan kita kok. J

Baiklah, melalui blog ini saya akan coba mengingat kembali sebuah kisah tentang betapa besarnya kasih sayang orangtua kita kepada anaknya.

Kisah ini berawal dari seorang anak laki-laki bernama Udin yang baru saja meluluskan pendidikannya di SMA, namun sayang pada saat kelulusannya dia tidak pernah menyertakan atau mengajak ibunya. Udin merupakan satu-satunya anak yang dimiliki oleh ibu Suti, dan anugrah dari Tuhan yang sangat berharga bagi diri ibu Suti.

Ayah Udin meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan, hanya Udinlah yang menjadi tumpuan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup.
Pada suatu saat Udin berkata pada ibunya : “ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan”
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya ibu Suti berkata : “ Nak, ibu memang buta, tetapi walaupun kau malu dengan keadaan fisik yang ibu miliki, ibu tetap sayang padamu nak.
Udinpun menjawab : “ Bu, semua teman-temanku selalu menghinaku, bahkan tidak ada satu perempuanpun yang suka padaku karena melihat fisik ibu yang tidak sempurna. Mereka takut jika kelak menikah denganku anak kami juga akan cacat, buta seperti ibu ”. Mendengar perkataan anaknya ibu Suti begitu terpukul dan menangis, namun demikian ibu Suti tetap sayang dengan anaknya Udin dan tak henti-hentinya ibu itu berdo’a untuk anaknya.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, akhirnya Udin menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik. Betapa bangganya hati ibu Suti mendengar anaknya akan diwisuda dan menjadi seorang Insinyur, tak sia-sia pengorbanan ibu Suti selama ini dengan berjualan di pasar untuk menyekolahkan Udin, tak kenal lelah bu Suti berkerja walaupun dalam keadaan matanya yang buta. Sampailah saat yang ditunggu-tunggu, saat Udin dan yang lainnya akan diwisuda. Teman-teman Udin berserta orang tuanya dan keluarga berkumpul menantikan acara dimulai, tetapi ibu Suti sama sekali tidak diajak Udin untuk menghadiri wisuda tersebut.

Akhirnya ibu Suti datang sendiri keacara tersebut, sesampainya ditempat Udin akan diwisuda, betapa bahagianya hati sang ibu Suti mendengar nama anaknya dipanggil kedepan dengan nilai terbaik. Namun tidak Udin, dia sangat malu terhadap teman-teman dan kekasihnya ketika mengetahui ibunya juga hadir di acara wisuda itu, acara yang seharusnya menurut Udin membuatnya bahagia.
Pada saat itu, ibunya mendekati Udin sambil meraba-raba wajah anaknya, dan kekasih Udin bertanya pada Udin : “ Siapa perempuan buta itu ? Udin tidak menjawab dan hanya diam membisu. Akhirnya ibu Suti berkata bahwa dia adalah ibunya Udin, mendengar ibunya berkata demikian, Udin akhirnya pulang sebelum acara selesai dan meninggalkan ibunya senidirian.

Setelah acara selesai akhirnya ibu Suti juga pulang kerumah tanpa anaknya Udin. Namun siapa yang tau kapan ajal akan tiba, ketika hendak menyebrang jalan ibu Suti meninggal dunia. Hanya tas kecil dan sangat lusuh yang selalu dibawa kemanapun ibu Suti saat berpergian. Betapa terkejutnya Udin ketika pihak rumah sakit mengabarkan bahwa beberapa menit yang lalu ibunya telah meninggal akibat kecelakaan. Dan petugas kepolisian memberikan tas yang dibawa ibunya pada saat menghadiri wisuda, Udin hanya diam duduk menunggu ibunya yang masih dibersihkan dari sisa-sisa darah yang masih menempel di tubunya.

Pada saat menunggu jenazah ibunya, Udin membuka tas kesayangan ibunya yang lusuh dan kumal itu. Disana terdapat foto ibunya ketika mengandung Udin, pada saat Udin masih bayi, dan betapa terkejutnya Udin ketika membaca sepucuk surat yang begitu lusuh yang terdapat didalam tas ibunya. Udin membaca surat tersebut, dan didalam surat itu tertulis :
“ Banjarmasin, 12 Oktober 1984, Anakku Udin yang sangat kucintai, bayi mungilku yang sangat kusayangi, betapa kau sangat berharga dihati ibu nak. Walaupun kau buta dari lahir tetapi ibu sangat menyayangimu, kaulah anugrah terindah yang ibu miliki. Nak, ini adalah surat terakhir yang ibu tulis, karena besok ibu sudah tidak bisa lagi menuliskan kata-kata diatas kertas. Karena besok ibu akan mendonorkan kedua mata ibu untukmu nak, agar kelak kau dapat melihat dan menikmati indahnya dunia, anugrah yang diberikan Tuhan. Nak suatu saat jika ibu sudah tiada dan kau ingin melihat ibu, berkacalah nak, karena dimatamu ada ibu yang selalu menemanimu ”.

Akhirnya tanpa terasa air mata Udin mengalir dan sudah terlambat bagi dirinya untuk membahagiakan ibunya. Udin teringat dengan semua perbuatan yang ia lakukan terhadap ibunya, dia hanya duduk terdiam tersimpuh di depan kaki ibunya yang telah terbujur kaku. Semua telah terjadi dan kini ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.

Begitulah kehidupan, datangnya penyesalan selalu diakhir, tapi itu merupakan keagungan Allah untuk menjadikan hamba-Nya makin dekat kepada-Nya.
Orangtua kita tidak pernah meminta segunung emas untuk membalas segala jasa-jasanya, seorang ibu tidak pernah meminta kita untuk meletakkan dunia di tangannya, namun tutur kata yang halus, perangai yang santun, prilaku yang bertanggung jawab dari seorang anak yaitu kebahagiaan bagi seorang Ibu dan kita wajib melakukannya


Ridho Allah itu terletak pada ridhonya orangtua, kalau orangtua ridho kepada kita maka Allah akan ridho kepada kita dan begitu juga sebaliknya.

Sebelum mata rapat terpejam, marilah kita selalu berbakti kepadanya, mendoakannya, berlaku sopan kepadanya, dan selalu mendoakannya dengan deraian airmata.

Moga ini bermanfaat untuk kita semua, amin