Sunday, July 8, 2018

Unggahan Bahagia Istri Pertama "Selamat Pengantin Baru Suamiku"


Katanya tak ada perempuan yang mau dimadu, karena rasanya tak semanis namanya.
Mana ada perempuan yang rela suaminya membagi cinta dengan perempuan lain.
Namun pada nyatanya, ada perempuan yang rela melakukan hal tersebut. Bahkan ada yang dengan ikhlas dan memasang senyum saat melihat suaminya menikahi perempuan lain.

Contohnya saja perempuan pemilik akun facebook Lela Qaseh Arrayyan Arfan
Ia adalah istri pertama yang ikut bahagia menyambut hadirnya istri kedua yang ia sebut Pengantin baru suamiku. Keluarga asal Malaysia itu senang saat pernikahan kedua suaminya berjalan dengan lancar, dan dia juga mendoakan agar dengan bertambahnya anggota keluarganya dapat membawa kebaikan dan keberkahan.
Ia mendoakan suaminya agar dapat membimbing dirinya dan madunya kejalan yang baik dan diridhai Allah.
Ia mengunggah di akun facebooknya ucapan selamat kepada suaminya
 Lela tak lupa menandani suami tercintanya Syed Bunfique dan madunya nurul Baizura, dan dia juga menyematkan 3 gambar, saat nurul sungkem kepada suaminya dan saat dia berfoto bersama dengan raut muka bahagia bersama sang madu.

Postingan ini menjadi viral dan dibagikan hingga 9,4 ribu kali.
Ada beragam komentar yang dilontarkan netizen, ada yang turut bahagia dan mendoakan, namun ada juga yang merasa lela hanya pura-pura bahagia karena tak ada perempuan yang rela dimadu.

Kinayu Qarirah : sy ga habis fikir kenapa perempuan secantik ini mau dimadu,? mabuk cinta apa agama? 

Titin Agustina : Hanya wanita berhati emas yang rela dimadu 

Nah, kalo komentarmu apa?

Moga bermanfaat, wallhu aklam

Alumni Gontor ini bongkar kesalahan Islam Nusantara

Istilah Islam Nusantara dari kaedah bahasa indo sudah salah dan bisa mereduksi Islam itu sendiri.

"Kata Islam Nusantara, dalam kaedah bahasa indonesia yang diterangkan itu lebih spesifik daripada yang menerangkan, kita gunakan kata lain, Indonesia universitas, dalam kaedah bahasa indonesia itu salah. Mestinya Indonesia itu partikular, indonesia universal lebih umum," kata ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi.

Pria yang mendapatkan gekar doktor dalam bidang pemikiranIslam ISTAC IIUM Malaysia mengatakan seperti itu di youtube dengan judul "Kesalahan Dasar Konsep Islam Nusantara"

Hamid menerangkan dari segi kaedah bahasa indonesia seperti sekolah Indonesia, sekolah itu partikular dan indonesia general.

"sekarang dibalik, Indonesia sekolah, begitu pula Islam Nusantara, islam itu lebih besar atau lebih kecil dari nusantara, berarti mereduksi nama Islam hanya sekedar nusantara," paparnya.

Kata pria yang mendapatkan gelar S2 Studi Islam dari Birmingham University Inggris di agama kristen bisa mereduksi contohnya Jawa Timur. "Kalau dalam agama kristen itu bisa di Jawa Timur itu ada gereja Jawi Wiwitan," paparnya.

Menurut Hamid sebelum Islam Nusantara digunakan orang-orang liberal mensifati Islam dengan kontradiktif yaitu Islam Liberal.

"Liberal itu tidak bisa ketemu. Islam itu berserah diri, liberal itu bebas, dan orang-orang liberal dinegara barat Tuhan tidak bisa mengurusi manusia, bebas dari tuhan, bebas dari agama. Islam Liberal itu islam yang bebas Tuhan," paparnya

Menurut Hamid, kalau ada islam nusantara berarti mengindikasi ada islam yang lain, juga islam arab, islam india. Didalam benak orang yang mengatakan Islam Nusantara pasti ada Islam Arab dan mengatakan Islam Nusantara bukan Islam Arab.

"Pertanyaanya, ada Islam Arab? Islam itu mengislamkan orang arab. Islam itu agama yang turun di negara arab dan menggunakan bahasa arab, dan satu-satunya bahasa kuno didunia yang masih bertahan hingga sekarang. Didalam bahasa arab tidak dimiliki bahasa lain, diagama lain tidak ada istilah rezeki, mereka menggunakan Islam Nusantara menjadikan Islam itu pluralitas maka terjadi relativitas, maka tidak ada islam yang benar," pangkasnya.

Wednesday, January 3, 2018

"GEERRR" UNIKNYA USTADZ ABDUL SHOMAD

Karena mungkin saya Kristen ya, walau ditengah ramainya pemberitaan tentang Ust. Abdul Somad ini, awalnya saya tidak ngehh dan juga tidak terlalu tertarik untuk mengetahui siapa Ustad ini. Malah di memori saya, saya pikir dia ini adalah Ust. Solmed yang populer itu.

Ternyata sesudah kemarin, sekali lagi! baru kemarin, pasca saya ikuti pemberitaan kasus cekal di Hongkong, dan pasca saya baca secara tak sengaja tulisan Imam Samsi di Opini Detik.Com, barulah saya tertarik mengetahui siapa Ustad ini. Mosok sekelas Iman Samsi yang tinggal di benua lain saja menulis tentang dia, pikir saya. Pastilah sesuatu orang ini. Barulah kemudian saya mengikuti pemberitaan tentang Ustad ini. Lihat wajahnya, kaget saya! Selain karena ternyata Ust. Abdul Somad ini bukan Ust Solmed seperti dipikiran awal saya, yang kedua, wajahnya juga (mohon maaf) agak "unik", sangat lokal. Hehe.. Dan ini diluar dugaan saya. Saya pikir awalnya dia sudah mentereng seperti Ustad yang lain.

Kemudian saya lanjutkan lagi penelusuran saya masuk ke Youtube. Tambah kaget lagi saya. Rekaman ceramahnya di banyak tempat di Indonesia ini ternyata sudah sangat banyak di Youtube.

Kemudian saya coba putar dan dengar beberapa ceramahnya. Tambah kaget lagi saya! Karena isinya ternyata sangat berkualitas. Berisi. Penuh ilmu. Penuh rujukan. Padat bacaan. Kontekstual. Geerrr. Dan yang utama lagi, gampang dipamahi dan tidak membosankan. Inilah menurut saya ceramah: "rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi padat bacaan".

Walau Kristen, sejak dulu saya sangat suka mendengar ceramahnya KH. Zainuddin MZ almarhum. Bahkan ada acara ceramah agama beliau (dulu) di TV One yang sampai sekarang acara itu juga masih ada, saya lupa apa namanya acaranya, dimana beliau sering jadi pengisi Khotbah-nya, sering saya tonton. Karena memang enak dengar ceramah KH. Zainuddin MZ ini. Udahlah tinggi ilmunya. Pengajarannya juga sangat bagus. Ada gerrrr nya lagi, humornya, dan celetukan-celetukannya itu lo yang kita rindu karena buat mata melek terus nyimak tidak buat ngantuk.

Sesudah mendengar beberapa ceramah Ust. Abdul Somad ini di Youtube, saya berpikir "The New KH. Zainuddin MZ telah lahir". Tidak persis sama, namun perasaan saya ketika mendengar ceramahnya terasa sama.

Banyak orang pintar, tinggi sekolahnya, tinggi ilmunya, namun ketika bicara, dia tidak bisa buat gerrrr dan menarik orang untuk terus mendengar apa yang dia sampaikan. Dalam diri Ust. Abdul Solmed saya melihat hal itu ada. Dia mampu membuat Ummat duduk diam, anteng tenang mendengar dan menyimak apa yang dia sampaikan. Sama dengan KH. Zainuddin MZ yang mampu menghipnotis "jutaan Ummat" ketika dia sudah mulai bicara dari atas mimbar. Mencipta daya pikat!

Saya baca Wikipedia, ternyata Ust. Abdul Somad ini orang Asahan, Sumatera Utara. Satu kampung kita ternyata "wak Abdul"! Sama-sama orang Sumut. Dan dia juga lama di Riau. Lidah lokal yang melahirkan logat khas inilah yang menurut saya tambah membuat lengkap dan enak kita mendengar Ust. Abdul Somad ini kalau bicara. Sama dengan KH. Zainuddin MZ dengan logat khas Betawinya. Tarikan logat lokal ini yang "medok" inilah menurut saya yang semakin melengkapi Ustad Abdul Somed ini. Kalau ilmu tak usah ditanya lagi lah. Lulus dari Al-Azhar dan Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania Maroko, rasanya sudah jaminan mutu untuk itu.

Maju terus Wak Abdul. Eh salah. Pak Ustad Abdul Somad maksudnya. Hehee.. Lanjutkan terus "ceramah rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi" untuk mencerahkan Negeri ini.

KENAPA KEBAIKAN HARUS DIULANG-ULANG...?

Ya, kenapa hal-hal yang baik itu perlu diulang...?

Sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan seperti dibawah ini,

Kenapa hafalan Qur'an harus diulang-ulang...?

Kenapa sholat harus diulang-ulang...?

Kenapa sedekah harus diulang-ulang...?

Kenapa berbuat baik harus diulang-ulang...?

Kenapa shaum harus diulang-ulang...?

Kenapa berdo'a harus diulang-ulang...?

Bahkan, banyak ayat Al-Qur'an yang diulang-ulang...?

Tiada lain dan tiada bukan, tujuannya untuk MENGUATKAN. Semakin diulang, semakin kuat. Semakin diulang, semakin menancap di pikiran bawah sadar. Inget terus...

Ibarat pisau yang semakin diasah, maka akan semakin tajam...

Dan, kata-kata yang sering kita ulang, akan menjadi doa dan nyata...

Itu sebabnya kenapa kata-kata yang tidak positif dan memberdayakan, sebaiknya tidak perlu diulang-ulang. Karena semakin diulang, semakin kuat dalam ingatan. Bahkan berpotensi menjadi kenyataan.

Bagaimana tidak, alam semesta dan seisinya pun turut meng-amin-kan...

Ngga percaya...? Yuk kita buktikan...

Silahkan Anda ambil segelas air. Lalu katakan ke air itu, "Ya Allah, jadikan air ini sebagai obat yang dapat mengobati penyakitku. Juga jadikan sebagai 'racun' yang dapat menghancurkan seluruh energi negatif yang ada dalam tubuhku. (Ulang-ulang, sampai keyakinan itu datang, lalu minumlah). Sadar atau tidak, molekul-molekul pada air itu berubah menjadi indah dan menyehatkan tentunya...

Kemudian, Anda ambil lagi segelas air, katakan pada air itu, "You make me sick...! Kamu itu bikin aku sakit..." (Ulang-ulang, sampai benar-benar yakin, lalu minumlah...) Insya Allah tak lama kemudian beneran sakit. Entah kepalanya yang sakit, perutnya, atau yang lainnya...

Makanya jangan heran, jika makanan yang 'sering' dihina, dicela, dimaki, biasanya cepat basi...

Begitu pun dengan tumbuhan, mereka tidak mau tumbuh jika ditanam oleh orang yang sering marah dan gemar mencela...

Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena lainnya, yang apabila diulang-ulangu maka akan semakin kuat dan tajam, setajam silet...!

Masih ingat, seorang artis yang menyanyikan lagu "Lelaki buaya darat"...? (Tidak perlu disebut namanya)

Anda boleh bayangkan, kalimat itu sering diulang-ulang setiap kali ia bernyanyi, manggung, dll. Seiring berjalannya waktu, ternyata kalimat itu menjadi nyata...

Begitu pun dengan seorang emak yang bertanya tentang, "Kang, kenapa anak Saya suka sakit setiap kali kehujanan...?"

Jawabannya, bisa jadi ada 2 kemungkinan.
1. Karena 'suka' sakit. Coba deh ganti dengan 'tidak suka', insya Allah aman.
2. Sering dihipnotis sama emaknya. Bisa jadi si emak sering bilang (mensugesti), "Nak jangan hujan-hujanan, nanti sakit." Sadar atau tidak, kalimat itu telah menjadi belief system' bagi si anak. Sehingga setiap kali dia kehujanan, pasti sakit.

Padahal, apa salahnya bilang "Nak mainnya di dalam rumah saja. Diluar hujan. Nanti baju kamu basah...". Ulang-ulang lah setiap kali si anak mau main hujan. Sehingga alam bawah sadarnya menangkap kalau main hujan bajunya basah. Bukan sakit...!

Lebih positif dan memberdayakan, bukan...?

Nah, jika kita sudah memahami semua ini, cukup hal-hal baik saja yang harus kita ulang-ulang. Tujuannya tiada lain, agar semakin KUAT dalam ingatan, sehingga menjadi keyakinan...

Semoga bermanfaat...

Wasiat Dr. Musthafa As-siba'i

🍒Apabila engkau ingin ceria dalam hidupmu maka perhatikanlah kesehatanmu,
🍒Apabila engkau ingin mendapat kebahagiaan dalam hidupmu, maka perhatikanlah akhlak dan tingkahlakumu,
🍒Apabila engkau ingin kekal dalam hidupmu maka perhatikanlah buah pemikiran / akalmu,
🍒Apabila engkau ingin mendapatkan semua itu, maka perhatikanlah/pahami dan amalkanlah ajaran agamamu
Rujukan: kitab Hakadza allamatni al- hayat, Dr. Musthafa as-siba'i, hal.5.

Tuesday, June 27, 2017

Ilmu itu milik Allah

Imam Abu Hanifah
Kisah Anak Kecil Yang Menumbangkan Ulama Sombong dan Tersesat
Di masa Imam Abu Hanifah masih kecil, sekitar umur 7 tahun, terdapatlah seorang ulama yang yang memiliki ilmu luas dan tiada bandingannya pada waktu itu namanya Dahriyyah.
Seluruh ulama pada waktu itu tak mampu menandinginya disaat berdebat, terutama dalam bab tauhid, oleh karena dialah yang merasa pintar, maka muncullah sifat kesombongannya bahkan na’udzubillah akhirnya ia berani mengatakan bahwa Allah itu tidak ada, sayangnya para ulamapun tak mampu mengalahkan dia dalam berdebat, lalu pada suatu pagi dikumpulkanlah para ulama disuatu majlis milik Syaikh Himad guru Imam Abu Hanifah, dan hari itu Abu Hanifah yang masih kecil hadir dimajlis itu. 

Maka Dahriyyah naik kemimbar dan berkata dengan sombongnya.
Dahriyah: Siapakah diantara kalian hai para ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?
Sejenak suasana hening, para ulama semua diam, namun tiba-tiba berdirilah Abu Hanifah dan berkata,
Abu Hanifah: Omongan apa ini? maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.
Dahriyyah: Siapa kamu hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku, tidakkah kamu tahu, bahwa banyak yang berumur tua,bersorban besar, para pejabat, para pemilik jubah kebesaran mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil badan berani menantangku!
Abu Hanifah: Allah tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat, dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada al-ulama.
Dahriyah: Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?
Abu Hanifah: Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq Allah.
Dahriyyah: Apakah Allah itu ada?
Abu Hanifah: Ya ada
Dahriyyah: Dimana Dia?
Abu Hanifah: DIA, tiada tempat bagi DIA
Dahriyyah: Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?
Abu Hanifah : Dalilnya ada dibadan kamu yaitu ruh, saya tanya, kalau kamu yakin ruh itu ada,maka dimana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?
Dahriah diam seribu basa dengan muka malu. Lalu Abu Hanifah minta air susu pada gurunya Syaikh Himad, dan ia bertanya pada Dahriyyah
Abu Hanifah: Apakah kamu yakin didalam susu ini ada manis?
Dahriyyah: Ya saya yakin disusu itu ada manis
Abu Hanifah: Kalau kamu yakin ada manisnya, saya tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas?
lagi lagi Dahriyyah diam dengan rasa malu, lalu abu hanifah menjelaskan: seperti ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi Allah tempat di alam ini baik di arsy atau dunia ini. Lalu Dahriyyah bertanya lagi.
Dahriyyah: Sebelum Allah itu apa dan setelah Allah itu apa?
Abu Hanifah: Tidak ada apa-apa sebelum Allah dan sesudahnya tidak ada apa-apa.
Dahriyyah: Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?
Abu Hanifah: Dalilnya ada di jari tangan kamu, apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking? Dan apakah kamu akan bisa menerangkan jempol duluan atau kelingking duluan? Demikianlah sifat Allah. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi hak Allah.
Lagi-lagi Dahriyyah dipermalukan, lalu ia berkata,
Dahriyyah: Satu lagi pertanyaanku yaitu, apa perbuatan Allah sekarang ini?
Abu Hanifah: Kamu telah membalikan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang di tanya di atas mimbar. Akhirnya Dahriyyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.
Dahriyyah: Apa perbuatan Allah sekarang?
Abu Hanifah: Perbuatan Allah sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu kebawah jurang neraka dan menaikan yang benar seperti aku keatas mimbar keagungan.
Maha suci Allah yang telah menyelamatkan Aqidah ahli sunnah wal jamaah melalui anak kecil.
Sumber : Kitab Fathul Majid karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al Jawi Asy Syafi’i
Waallahu'allam...
SEMOGA BERMANFAAT.

Wednesday, May 3, 2017

Jujur itu indah

Seorang CEO bermaksud utk Pensiun, dan ingin menyerahkan jabatan nya tsb kepada salah Seorang Karyawan terbaiknya.

Untuk itu Ia memanggil Seluruh karyawannya, memberikan masing2 sebutir BENIH di tangannya dan berkata
" Rawat, Pupuk, Siram dengan teratur Benih ini dan kembalilah 3 bulan dari sekarang dengan membawa Tanaman Ɣyang tumbuh dari Benih ini"

" YANG TERBAIK, akan menjadi penggantiku sebagai CEO di Perusahaan ini."

Salah seorang karyawan, bernama Toni yg juga mendapat Benih tsb, langsung pulang ke Rumah dan Merawat dg penuh disiplin Benih tanaman tsb. Setiap hari Benih itu ia Siram dengan air dan diberinya Pupuk.

Setelah 3 bulan, di Kantor, semua orang saling membicarakan kehebatan Tanaman Mereka yg tumbuh dari Benih tsb.

Ternyata Hanya Benih Tanaman Toni Ɣyªήg tanamanya tidak tumbuh sama sekali.

Toni Merasa telah gagal.

Setelah 3 bulan, seluruh Eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil Benih tersebut.

Toni berkata kepada istrinya bahwa ia tidak akan membawa Pot yang Kosong Karena Bibitnya busuk dan tidak bisa Tumbuh.,

Namun istrinya mendorong untuk tetap membawa Pot Kosong tsb apa adanya utk memenuhi janji kepada Sang CEO 3 bulan yang lalu.

"Bawa saja Mas, meskipun Mas Gagal utk bisa menumbuhkan Benih tsb, paling tidak Mas Toni sdh menunjukan itikad baik sdh berusaha semaksimal mungkin merawatnya sesuai dengan Permintaan n Arahan CEO tsb " demikian kata Istrinya.

"Baiklah " Jawab Toni, meskipun dgn hati ciut karena merasa tidak bisa melaksanakan perintah sang CEO dgn sebaik2 nya.

Masuk ruang meeting , Toni membawa pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.

Ketika CEO masuk ruangan Ia memandang keindahan Seluruh Tanaman yang katanya Hasil dari Benih2 yg dibrikan sang CEO 3 Bulan yg lalu itu, hingga akhirnya berhenti di depan Toni Ɣyªήg tertunduk malu.

Sang CEO memintanya ke Depan & Toni disuruh menceritakan Secara Kronologis proses penanamannys koq sampai tidak bisa tumbuh...??

Ketika ia selesai cerita, CEO berkata dengan Antusias, "Beri tepuk tangan utk Toni , CEO kita Yang Baru ", Ia kemudian Menceritakan:

"Semua benih Yang kuberikan kepada Kalian, sebelumnya Telah KUREBUS dgn AIR PANAS hingga mati & tidak mungkin tumbuh lagi.

Jika Benih kalian dapat Tumbuh, berarti kalian telah Menukarnya & Berbohong padaku.

Kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR"

Taburlah KEJUJURAN, karena dengan Menabur Kejujuran akan menuai Kepercayaan.
Berani jujur siap-siap menuai hasil.
Salam 304