Monday, July 9, 2018

Aktivis Swedia Ini Diberikan Kewarganegaraan Palestina

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas memberikan keewarganegaraan Palestina Jumat (7/7/2018) kepada aktivis Swedia Benjamin Ladra, yang telah berjalan dari Swedia ke Palestina untuk meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia.

"Langkah ini diambil untuk menghargai upaya ladra dan posisinya untuk mendukung rakyat Palestina," kata Abbas menurut laporan oleh kantor berita resmi Wafa.

Ladra dilarang oleh polisi "israel" memasuki palestina pada hari sebelumnya, kelompok perlawanan palestina Hamas mengutuk langkah itu.

Dalam pernyataan singkat, juru bicara Hamas Fauzi Barhoum mengatakan larangan itu mencerminkan kebijakan isolasi "israel" untuk rakyat Palestina dan ketidakadilan dan tekanan pada orang-orang di Palestina.

Pemuda berusia 25 tahun itu memulai perjalanannya kepalestina dari Swedia hampir satu tahun lalu dengan berjalan kaki untuk meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia diwilayah yang diduduki.

Setelah tiba di perbatasan "israel' dari Yordania, ia dilarang oleh tentara "israel" untuk memasuki Palestina dan ditahan selama 6 jam.

Ladra memulai perjalananya dari Swedia agustus lalu dan melintasi Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Turki, Lebanon, dan Yordania.

Sunday, July 8, 2018

Ini 10 Cincin Terindah Hadiah untuk Para Kekasih Allah

Setiap Muslim tentu menginginkan sesuatu yang berharga dari Allah SWT, karena hal itu merupakan kebanggan terbesar bagi dirinya. Namun ternyata, sesuatu yang berharga itu tidak bisa jatuh kepada sembarang orang, hanya orang-orang yang menjadi kekasih-Nya saja yang mendapatkannya. Salah satu hal paling berharga yang akan didapatkan oleh kekasih Allah ialah cincin bertuliskan kalimat indah.

Setiap kekasih Allah itu mempunyai 70 perhiasan yang beraneka ragam warnanya. Pada jari-jari mereka terdapat 10 cincin yang ditulisi sebagai berikut:

Pada cincin yang pertama, "selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu,"(QS. Ar-Ra`du:24)
Pada cincin kedua tertulis, "Masuklah kedalamnya dengan sejahtera dan aman," (QS. Al-hijr: 46)
Pada cincin yang ketiga tertulis, "Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan," (QS. Az-zukhruf: 72)
Pada cincin yang keempat tertulis, "Dihilangkan dari kamu segala kesedihan dan duka cita"
Pada cincin yang kelima tertulis, "Kami pakaikan intan dan berbagai macam perhiasan kepadamu."
Pada cincin yang keenam tertulis, "Kami kawinkan kamu dengan bidadari cantik jelita."
Pada cincin yang ketujuh tertulis, "Dan bagimu didalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap dipandang mata dan kamu kekal didalamnya."
Pada cincin yang kedelapan tertulis, "Kamu berteman dengan para nabi dan orang-orang yang benar."
Pada cincin yang kesembilan tetulis, "Kamu akan muda terus, tidak akan tua."
Pada cincin yang kesepuluh tertulis, "Kamu bertempat tinggal ditengah-tengah tetangga yang mana tidak ada tetangga yang akan mengganggu kamu."

Itulah 10 cincin yang akan diterima oleh kekasih Allah.
Temen-temen tertarik untuk mendapatkannya?
Jika iya, maka kita harus berusaha untuk menjadi orang yang mampu menarik hati dan simpati Allah. Sehingga, Dia mengakui kita sebagai kakasihnya.

Wallahu A`lam.

Sumber terjemahan tambihul Ghofilin
@beritaummatislam

Unggahan Bahagia Istri Pertama "Selamat Pengantin Baru Suamiku"


Katanya tak ada perempuan yang mau dimadu, karena rasanya tak semanis namanya.
Mana ada perempuan yang rela suaminya membagi cinta dengan perempuan lain.
Namun pada nyatanya, ada perempuan yang rela melakukan hal tersebut. Bahkan ada yang dengan ikhlas dan memasang senyum saat melihat suaminya menikahi perempuan lain.

Contohnya saja perempuan pemilik akun facebook Lela Qaseh Arrayyan Arfan
Ia adalah istri pertama yang ikut bahagia menyambut hadirnya istri kedua yang ia sebut Pengantin baru suamiku. Keluarga asal Malaysia itu senang saat pernikahan kedua suaminya berjalan dengan lancar, dan dia juga mendoakan agar dengan bertambahnya anggota keluarganya dapat membawa kebaikan dan keberkahan.
Ia mendoakan suaminya agar dapat membimbing dirinya dan madunya kejalan yang baik dan diridhai Allah.
Ia mengunggah di akun facebooknya ucapan selamat kepada suaminya
 Lela tak lupa menandani suami tercintanya Syed Bunfique dan madunya nurul Baizura, dan dia juga menyematkan 3 gambar, saat nurul sungkem kepada suaminya dan saat dia berfoto bersama dengan raut muka bahagia bersama sang madu.

Postingan ini menjadi viral dan dibagikan hingga 9,4 ribu kali.
Ada beragam komentar yang dilontarkan netizen, ada yang turut bahagia dan mendoakan, namun ada juga yang merasa lela hanya pura-pura bahagia karena tak ada perempuan yang rela dimadu.

Kinayu Qarirah : sy ga habis fikir kenapa perempuan secantik ini mau dimadu,? mabuk cinta apa agama? 

Titin Agustina : Hanya wanita berhati emas yang rela dimadu 

Nah, kalo komentarmu apa?

Moga bermanfaat, wallhu aklam

Alumni Gontor ini bongkar kesalahan Islam Nusantara

Istilah Islam Nusantara dari kaedah bahasa indo sudah salah dan bisa mereduksi Islam itu sendiri.

"Kata Islam Nusantara, dalam kaedah bahasa indonesia yang diterangkan itu lebih spesifik daripada yang menerangkan, kita gunakan kata lain, Indonesia universitas, dalam kaedah bahasa indonesia itu salah. Mestinya Indonesia itu partikular, indonesia universal lebih umum," kata ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi.

Pria yang mendapatkan gekar doktor dalam bidang pemikiranIslam ISTAC IIUM Malaysia mengatakan seperti itu di youtube dengan judul "Kesalahan Dasar Konsep Islam Nusantara"

Hamid menerangkan dari segi kaedah bahasa indonesia seperti sekolah Indonesia, sekolah itu partikular dan indonesia general.

"sekarang dibalik, Indonesia sekolah, begitu pula Islam Nusantara, islam itu lebih besar atau lebih kecil dari nusantara, berarti mereduksi nama Islam hanya sekedar nusantara," paparnya.

Kata pria yang mendapatkan gelar S2 Studi Islam dari Birmingham University Inggris di agama kristen bisa mereduksi contohnya Jawa Timur. "Kalau dalam agama kristen itu bisa di Jawa Timur itu ada gereja Jawi Wiwitan," paparnya.

Menurut Hamid sebelum Islam Nusantara digunakan orang-orang liberal mensifati Islam dengan kontradiktif yaitu Islam Liberal.

"Liberal itu tidak bisa ketemu. Islam itu berserah diri, liberal itu bebas, dan orang-orang liberal dinegara barat Tuhan tidak bisa mengurusi manusia, bebas dari tuhan, bebas dari agama. Islam Liberal itu islam yang bebas Tuhan," paparnya

Menurut Hamid, kalau ada islam nusantara berarti mengindikasi ada islam yang lain, juga islam arab, islam india. Didalam benak orang yang mengatakan Islam Nusantara pasti ada Islam Arab dan mengatakan Islam Nusantara bukan Islam Arab.

"Pertanyaanya, ada Islam Arab? Islam itu mengislamkan orang arab. Islam itu agama yang turun di negara arab dan menggunakan bahasa arab, dan satu-satunya bahasa kuno didunia yang masih bertahan hingga sekarang. Didalam bahasa arab tidak dimiliki bahasa lain, diagama lain tidak ada istilah rezeki, mereka menggunakan Islam Nusantara menjadikan Islam itu pluralitas maka terjadi relativitas, maka tidak ada islam yang benar," pangkasnya.

Wednesday, January 3, 2018

"GEERRR" UNIKNYA USTADZ ABDUL SHOMAD

Karena mungkin saya Kristen ya, walau ditengah ramainya pemberitaan tentang Ust. Abdul Somad ini, awalnya saya tidak ngehh dan juga tidak terlalu tertarik untuk mengetahui siapa Ustad ini. Malah di memori saya, saya pikir dia ini adalah Ust. Solmed yang populer itu.

Ternyata sesudah kemarin, sekali lagi! baru kemarin, pasca saya ikuti pemberitaan kasus cekal di Hongkong, dan pasca saya baca secara tak sengaja tulisan Imam Samsi di Opini Detik.Com, barulah saya tertarik mengetahui siapa Ustad ini. Mosok sekelas Iman Samsi yang tinggal di benua lain saja menulis tentang dia, pikir saya. Pastilah sesuatu orang ini. Barulah kemudian saya mengikuti pemberitaan tentang Ustad ini. Lihat wajahnya, kaget saya! Selain karena ternyata Ust. Abdul Somad ini bukan Ust Solmed seperti dipikiran awal saya, yang kedua, wajahnya juga (mohon maaf) agak "unik", sangat lokal. Hehe.. Dan ini diluar dugaan saya. Saya pikir awalnya dia sudah mentereng seperti Ustad yang lain.

Kemudian saya lanjutkan lagi penelusuran saya masuk ke Youtube. Tambah kaget lagi saya. Rekaman ceramahnya di banyak tempat di Indonesia ini ternyata sudah sangat banyak di Youtube.

Kemudian saya coba putar dan dengar beberapa ceramahnya. Tambah kaget lagi saya! Karena isinya ternyata sangat berkualitas. Berisi. Penuh ilmu. Penuh rujukan. Padat bacaan. Kontekstual. Geerrr. Dan yang utama lagi, gampang dipamahi dan tidak membosankan. Inilah menurut saya ceramah: "rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi padat bacaan".

Walau Kristen, sejak dulu saya sangat suka mendengar ceramahnya KH. Zainuddin MZ almarhum. Bahkan ada acara ceramah agama beliau (dulu) di TV One yang sampai sekarang acara itu juga masih ada, saya lupa apa namanya acaranya, dimana beliau sering jadi pengisi Khotbah-nya, sering saya tonton. Karena memang enak dengar ceramah KH. Zainuddin MZ ini. Udahlah tinggi ilmunya. Pengajarannya juga sangat bagus. Ada gerrrr nya lagi, humornya, dan celetukan-celetukannya itu lo yang kita rindu karena buat mata melek terus nyimak tidak buat ngantuk.

Sesudah mendengar beberapa ceramah Ust. Abdul Somad ini di Youtube, saya berpikir "The New KH. Zainuddin MZ telah lahir". Tidak persis sama, namun perasaan saya ketika mendengar ceramahnya terasa sama.

Banyak orang pintar, tinggi sekolahnya, tinggi ilmunya, namun ketika bicara, dia tidak bisa buat gerrrr dan menarik orang untuk terus mendengar apa yang dia sampaikan. Dalam diri Ust. Abdul Solmed saya melihat hal itu ada. Dia mampu membuat Ummat duduk diam, anteng tenang mendengar dan menyimak apa yang dia sampaikan. Sama dengan KH. Zainuddin MZ yang mampu menghipnotis "jutaan Ummat" ketika dia sudah mulai bicara dari atas mimbar. Mencipta daya pikat!

Saya baca Wikipedia, ternyata Ust. Abdul Somad ini orang Asahan, Sumatera Utara. Satu kampung kita ternyata "wak Abdul"! Sama-sama orang Sumut. Dan dia juga lama di Riau. Lidah lokal yang melahirkan logat khas inilah yang menurut saya tambah membuat lengkap dan enak kita mendengar Ust. Abdul Somad ini kalau bicara. Sama dengan KH. Zainuddin MZ dengan logat khas Betawinya. Tarikan logat lokal ini yang "medok" inilah menurut saya yang semakin melengkapi Ustad Abdul Somed ini. Kalau ilmu tak usah ditanya lagi lah. Lulus dari Al-Azhar dan Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania Maroko, rasanya sudah jaminan mutu untuk itu.

Maju terus Wak Abdul. Eh salah. Pak Ustad Abdul Somad maksudnya. Hehee.. Lanjutkan terus "ceramah rasa Indonesia berlogat daerah berilmu tinggi" untuk mencerahkan Negeri ini.

KENAPA KEBAIKAN HARUS DIULANG-ULANG...?

Ya, kenapa hal-hal yang baik itu perlu diulang...?

Sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan seperti dibawah ini,

Kenapa hafalan Qur'an harus diulang-ulang...?

Kenapa sholat harus diulang-ulang...?

Kenapa sedekah harus diulang-ulang...?

Kenapa berbuat baik harus diulang-ulang...?

Kenapa shaum harus diulang-ulang...?

Kenapa berdo'a harus diulang-ulang...?

Bahkan, banyak ayat Al-Qur'an yang diulang-ulang...?

Tiada lain dan tiada bukan, tujuannya untuk MENGUATKAN. Semakin diulang, semakin kuat. Semakin diulang, semakin menancap di pikiran bawah sadar. Inget terus...

Ibarat pisau yang semakin diasah, maka akan semakin tajam...

Dan, kata-kata yang sering kita ulang, akan menjadi doa dan nyata...

Itu sebabnya kenapa kata-kata yang tidak positif dan memberdayakan, sebaiknya tidak perlu diulang-ulang. Karena semakin diulang, semakin kuat dalam ingatan. Bahkan berpotensi menjadi kenyataan.

Bagaimana tidak, alam semesta dan seisinya pun turut meng-amin-kan...

Ngga percaya...? Yuk kita buktikan...

Silahkan Anda ambil segelas air. Lalu katakan ke air itu, "Ya Allah, jadikan air ini sebagai obat yang dapat mengobati penyakitku. Juga jadikan sebagai 'racun' yang dapat menghancurkan seluruh energi negatif yang ada dalam tubuhku. (Ulang-ulang, sampai keyakinan itu datang, lalu minumlah). Sadar atau tidak, molekul-molekul pada air itu berubah menjadi indah dan menyehatkan tentunya...

Kemudian, Anda ambil lagi segelas air, katakan pada air itu, "You make me sick...! Kamu itu bikin aku sakit..." (Ulang-ulang, sampai benar-benar yakin, lalu minumlah...) Insya Allah tak lama kemudian beneran sakit. Entah kepalanya yang sakit, perutnya, atau yang lainnya...

Makanya jangan heran, jika makanan yang 'sering' dihina, dicela, dimaki, biasanya cepat basi...

Begitu pun dengan tumbuhan, mereka tidak mau tumbuh jika ditanam oleh orang yang sering marah dan gemar mencela...

Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena lainnya, yang apabila diulang-ulangu maka akan semakin kuat dan tajam, setajam silet...!

Masih ingat, seorang artis yang menyanyikan lagu "Lelaki buaya darat"...? (Tidak perlu disebut namanya)

Anda boleh bayangkan, kalimat itu sering diulang-ulang setiap kali ia bernyanyi, manggung, dll. Seiring berjalannya waktu, ternyata kalimat itu menjadi nyata...

Begitu pun dengan seorang emak yang bertanya tentang, "Kang, kenapa anak Saya suka sakit setiap kali kehujanan...?"

Jawabannya, bisa jadi ada 2 kemungkinan.
1. Karena 'suka' sakit. Coba deh ganti dengan 'tidak suka', insya Allah aman.
2. Sering dihipnotis sama emaknya. Bisa jadi si emak sering bilang (mensugesti), "Nak jangan hujan-hujanan, nanti sakit." Sadar atau tidak, kalimat itu telah menjadi belief system' bagi si anak. Sehingga setiap kali dia kehujanan, pasti sakit.

Padahal, apa salahnya bilang "Nak mainnya di dalam rumah saja. Diluar hujan. Nanti baju kamu basah...". Ulang-ulang lah setiap kali si anak mau main hujan. Sehingga alam bawah sadarnya menangkap kalau main hujan bajunya basah. Bukan sakit...!

Lebih positif dan memberdayakan, bukan...?

Nah, jika kita sudah memahami semua ini, cukup hal-hal baik saja yang harus kita ulang-ulang. Tujuannya tiada lain, agar semakin KUAT dalam ingatan, sehingga menjadi keyakinan...

Semoga bermanfaat...

Wasiat Dr. Musthafa As-siba'i

🍒Apabila engkau ingin ceria dalam hidupmu maka perhatikanlah kesehatanmu,
🍒Apabila engkau ingin mendapat kebahagiaan dalam hidupmu, maka perhatikanlah akhlak dan tingkahlakumu,
🍒Apabila engkau ingin kekal dalam hidupmu maka perhatikanlah buah pemikiran / akalmu,
🍒Apabila engkau ingin mendapatkan semua itu, maka perhatikanlah/pahami dan amalkanlah ajaran agamamu
Rujukan: kitab Hakadza allamatni al- hayat, Dr. Musthafa as-siba'i, hal.5.